Catatan Awal Tahun

Belakangan ini aku banyak merenung, saking overwhelmed-nya dengan kehidupan kantor maupun sosial. Jadi mencoba untuk mundur sedikit dan mengamati keadaan, berusaha agar emosi gak mencampuri respon dan tindakan. Banyak, banyak sekali yang perlu dikoreksi agar gak salah arah lagi.

Bukan berarti memilih pasrah pada keadaan. Tapi memang mestinya bisa fokus terhadap tiap masalah satu per satu, karena manusia gak bisa multitasking.

Buku-buku yang sudah dibaca harus diimplementasikan dong ilmunya. Merujuk The Power of Now karya Eckhart Tolle, saatnya bagi kita untuk lebih present dan melatih manajemen emosi, jangan mau disetir oleh perasaan. Selain itu, kalau di Grit karya Angela Duckworth, passion and perseverance akan membawa kita meraih hal-hal besar, kuncinya adalah konsisten. Percuma punya bakat tapi gak diasah terus menerus. Coba dilihat lagi kebiasaan-kebiasaan apa yang banyak menyita waktu tapi minim atau bahkan ga ada manfaatnya buat kemajuan diri.

Seperti diingatkan lagi pada Outliers-nya Malcolm Gladwell di pembahasan perihal 10,000 hours rule. Bahwa untuk benar-benar jago di suatu bidang, kita perlu aktif mengasah kemampuan di bidang tersebut setidaknya dengan jam terbang mencapai 10,000 jam. Meskipun gak bisa dipungkiri, kesuksesan itu adalah kombinasi dari privilege, keberuntungan, timing, kesempatan, dan bagaimana kita memanfaatkan semua itu dengan strategi yang cerdas. Kupikir yang perlu dilakukan adalah menyiapkan diri sebaik-baiknya agar saat kesempatan datang, kita merasa “siap” dan berani untuk mengambilnya dengan tingkat kemampuan yang mumpuni.

Melihat kerasnya persaingan dunia kerja, rasanya memang perlu menerapkan blue ocean strategy ya. Ada kalanya kita perlu explore lebih ke lingkup yang masih segar dan cenderung tidak dipusingkan oleh perkara sikut-sikutan, tentunya dengan memastikan yang kita lakukan tetap bernilai tinggi.

Ngomong-ngomong, kalaupun ada pelajaran yang bisa kuambil dari film NKCTHI, sepertinya cuma tulisan Kale di gips-nya Awan,

“Sabar, satu per satu.”

Ada yang bilang, akan lebih seru dan menyenangkan kalau kita kasih tema khusus di setiap tahun. Jadi, aku nobatkan 2020 sebagai tahunnya Audi untuk healing dan “naik tangga”. Let’s rock!!

3 comments

  1. Fauzie Ardiansyah · 10 Days Ago

    Jangan lupa baca Focus-nya Daniel Goleman biar bisa belajar menanamkan fokus dari sisi prefrontal cortex otak ke alam bawah sadar dan masuk ke flow state. Atau mungkin bisa ditambah The SWOT Analysis-nya Lawrence G Fine biar lebih memahami diri sendiri ehehehe

    Like

    • Audi · 10 Days Ago

      Wah panen rekomendasi buku bagus nih. Arigatou, adding them to my list!

      Like

    • Fauzie Ardiansyah · 9 Days Ago

      Let’s rock!!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s