Belajar lebih dewasa

Belakangan aku banyak ngamatin orang-orang dengan latar belakang beda, baik yang ada di sekitar maupun sekian banyak publik figur yang kenal aja engga. Kegiatan pengamatan ini bikin aku maksa diri untuk tahan dari kebiasaan narik kesimpulan prematur tentang tindakan maupun sikap yang orang lain tampilin, apalagi kalo udah nyangkut isu kontroversial. Iya, aku sadar kalo selama ini termasuk orang yang judgemental dan gampang cringe ngeliat perbedaan.

Berkaca dari pengalaman pribadi maupun hasil ngamatin perjalanan hidup orang lain, poin penting yang sekarang terus kuinget adalah bahwa manusia itu dinamis. Sekarang bisa aja punya kepribadian yang nggak banget, tapi seiring gempuran kejamnya kenyataan hidup, orang bisa berubah 180 derajat.

Tentang perbedaan, 22 tahun hidup di Indonesia aku udah ngerasain berbagai level keimanan dalam penerapanku beragama. Dulu, sebelum ketemu langsung sama berbagai paham lain yang kontras dari pahamku, seringkali aku jadi bigot. Ya tapi aku tau diri lah buat gak jadi netizen nyinyir yang suka asal bunyi langsung di hadapan khalayak ramai. Aku cuma berani mikir dan ngedumel di kepala saat gak terima ngeliat orang yang pahamnya kontras kekeuh sama keyakinannya, atau paling mentok kudiskusiin bareng orang-orang terdekat. Ya tetep aja sih, aku udah ngedoktrin diri sendiri bahwa yang kupahami adalah kebenaran mutlak dan seenaknya nganggep orang lain yang nggak sepaham sebagai orang yang sedang ‘tersesat’, tanpa banyak ngegali akar keyakinan dari nilai yang mereka yakini itu. Ini juga berlaku di aspek-aspek lain kehidupan di luar koridor keyakinan. That was my narrow minded era.

Di titik ini, aku udah jadi orang yang gak lagi gampang kepancing secara emosi saat ngadepin hal yang nggak sesuai dengan apa yang kumaknai benar. Alih-alih triggered, aku yang sekarang lebih milih keluar dari zona emosi dan ngeliat permasalahannya secara objektif. Untuk bisa mudah bersikap gini butuh banyak-banyak latihan, bener deh. Sekarang juga masih belum sepenuhnya punya default kepala dingin. Ya selanjutnya bisa ditebak, intinya harus bisa nyikapin problem secara dewasa. Kalo ada info kontroversial, kudu langsung konfirmasi ke sumber yang kredibel terkait isu itu. Kalo ada yang bersikap jahat dalam lingkup non-kriminal, ambil aja pelajaran yang dia suguhin tanpa perlu nanggepin bagian jahatnya, apalagi bales ngamuk-ngamuk. Sebenernya sikap-sikap ini udah sewajarnya dimiliki dari umur kapan taun, tapi proses mendewasa masing-masing pribadi emang gak bisa diukur pake variabel umur sih. Dan aku bersyukur bisa punya pemahaman ini sekarang setelah ngelewatin proses yang gak sederhana.

Hal penting lain yang kesannya trivial tapi sering kita lupa tuh bahwa tiap individu punya sisi sulit maupun cemerlang dalam hidupnya. Mereka bisa aja keliatan keren dan bikin iri, tapi mana tau kan kesulitan macem apa yang gak keliatan dan bisa jadi kita langsung K.O. kalo ngalamin hal serupa. Sering tanpa pikir panjang kita ngerasa hidup yang dipunya sekarang hambar bahkan suram, tapi nyatanya selalu ada orang di luar sana yang tiap waktu ngimpi pengen punya hidup kayak kita. Intinya gausah lah iri apalagi dengki sama rumput tetangga, dan jangan kebiasaan ngeluh sama kondisi hidup sekarang.

Waktu nonton drama atau tayangan fiktif apapun, pasti males kan sama tokoh yang kebanyakan nyinyir atau ngeluh, yang terus-terusan bersikap sengsara sama apa yang dipunya, bukannya mensyukuri. Yang sibuk nenggelamin diri di hal-hal nirfaedah, bukannya kerja keras demi masa depan yang lebih baik. Pasti seneng kan kalo liat tokoh yang auranya positif, nggak judgemental ke orang-orang di sekitarnya, dan dalam ngomentarin suatu isu selalu nerapin argumen yang logis.

Note to self: Kamu adalah tokoh utama di hidupmu, kamu punya kendali penuh untuk nyetir perjalananmu. Sebagai manusia yang dinamis, kamu punya pilihan mau jadi tokoh utama yang gimana. Yuk tinggalin bigotry dan terus berupaya ngelatih kedewasaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s