Judging

Dalam mengenal seseorang, sudah dapat dipastikan bahwa kita akan membuat penilaian-penilaian. Terlebih jika pertemuan dengan orang tersebut berlanjut dan menjadi sebuah hubungan, entah teman kos, teman sekelas, teman nongkrong; yang jelas hubungan yang ada rutinitas bertemunya. Hubungan yang demikian akan menimbulkan rasa ingin tahu di benak, untuk mengeksplor lebih jauh diri seseorang tersebut. Kita tak lagi sekedar menilai tentang penampilannya, wajahnya, sikap sosialnya, apakah pendiam atau moderator lawan bicara. Tetapi semakin dekat, semakin intim pula pengamatan kita terhadap orang tersebut. Dalam sekejap kita sama sekali mengabaikan apakah ia tampan atau biasa-biasa saja; dalam sekejap kita tak lagi memedulikan hal-hal semacam itu. Yang kita pedulikan adalah kehadirannya, pembicaraan-pembicaraan dengannya yang menciptakan rasa nyaman, sehingga dari situ kita bebas melihatnya, mengamatinya, dan membuat penilaian.

Ketika bertemu orang baru, jujur yang langsung kuberi penilaian adalah fisiknya. Bagaimanapun kita bertemu wujudnya lebih dahulu. Kecuali jika pertemuan itu berawal dari dunia maya. Mengapa menilai fisik, barangkali untuk menghafal dan menandai ciri khas orang tersebut agar tidak mudah lupa. Usai itu jika pertemuan menjadi suatu rutinitas, aku mulai mengamati pola berpikirnya, mencari ciri khas dari tutur katanya, menghafalkan kebiasaan-kebiasaan kecil yang orang tersebut lakukan, dan lain-lain.

Dalam kaitannya dengan aspek penilaian, itu semua bergantung dari individu yang menilai. Dan pemikiran dari tiap manusia pastilah sangat menarik, jika mereka terang-terangan dalam mengutarakan pendapatnya satu sama lain. Namun tentu saja ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan terbenam di pikiran masing-masing. Lebih baik menjadi misteri. Adalah sebuah anugerah bagi kita untuk tidak dapat membaca pikiran orang lain. Kata seorang teman,

Biarlah kita saling menafsir dan menerka. Biarlah misteri tumbuh bersama masa lalu yang kemudian berbuah bersama sejarah. Sehingga di masa depan kita dapat memetik pelajaran-pelajaran. Yang entah apa itu, namun aku yakin adalah hal-hal yang berharga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s