Z?

“Tuhan Maha Adil kan, Di?” ujarmu saat kita berjalan keluar dari ruang kelas usai kuis mata kuliah fisika matematik.

Aku tak mengerti mengapa kau bertanya demikian. Sesusah apapun soal kuisnya kita kan sudah terbiasa menerima keadaan. Aku hanya tersenyum dan bilang, “Semua pasti ada hikmahnya.”

Kau tersenyum dan berlalu.

Kupikir memang soal ujiannya akan sulit, berkaca dari kuis yang baru saja kukerjakan tadi. Lantas aku mencoba mengerjakan ulang dan rasanya menyenangkan. Tak apalah tadi tidak bisa, asal sekarang jadi mengerti. Soal yang sulit memaksa kita untuk memberi usaha lebih. Menuntut kita untuk memahami lebih dalam. Karena seringkali kita cuma mengerti di permukaan. Mungkin.

Ada hal-hal yang mudah sekali diambil hikmahnya, seperti kuis tadi, tapi banyak pengalaman lain yang cuma jadi misteri, mengapa harus terjadi dan apa hikmahnya. Terkadang aku sampai lelah memikirkan dan ingin melupakannya. Tapi hal-hal yang paling ingin dihapus seringkali justru jadi ingatan terkuat di kepala. Kenapa sih?

Sekarang aku ingin menanyakan hal yang sama padamu, “Tuhan Maha Adil kan, Z?”

Mantra

Audi, stop torturing yourself. It doesn’t worth your time, it only makes you hurt. You’ve learned your lessons, significant ones. Remember how hard it is for you to walk out, don’t make it goes to waste. Be bold with the decision you’ve made, it’s the best you could ever take for yourself. Find people who value commitment, you can’t change anyone and should never try to.

Breathe in, let yourself heal. Don’t listen to the demons in your head, they crave unnecessary infatuation. Learn to respect yourself, learn to draw your boundaries, learn to love yourself. Don’t let anyone’s actions control your emotions ever again.

Let them pass, let them go. Sleep it off, cry it out. Keep your sanity intact, treat yourself better. You’re a strong independent woman. You have always been, and still always will be. You will brave this storm just fine, and the storm will pass. Good days will come, things will get better. You’ll find new things, and you’ll be whole again.

Look at your dreams, your forgotten ambition. Your passion, things you love. Those who would love to see you smile.

Be patient. Be quiet. Breathe.

Workout

Post ini bukan dalam rangka resolusi bullshit tapi gue memang lagi demen olahraga. Jadi ceritanya gue sedang merutinkan lari, namun kurang sip rasanya kalau tanpa goal.

Dan hari ini, Sena ngajakin gym di LPPI. Sena ini pacarnya temen gue ya, just in case any of you are wondering. Dulu pas jaman pendidikan ODP kantor, gue rajin banget tuh gym disana. Tapi setelah penempatan kerja jadi stop hehe, udah ada setahun ga nge-gym. Lumayan banget sebenernya sebagai anak ODP, gym disana gratis. Cuma karena ga deket dari kosan yang sekarang, gue jadi mager.

Nah berhubung Sena anaknya freak di bidang olahraga, gue cobain aja ajakan dia buat gym di LPPI lagi. Aaaand I’m glad I went for it. Workout di gym tuh lebih jelas tujuannya dan bagian tubuh mana yang mau dikerjain. Masalah utama temen-temen gue yang ikutan membership fitness nih ya:

1. Bayarnya mahal bat dan harus paket setahun

2. Padahal jarang punya waktu luang akibat lembur-lembur dadakan dan lebih milih main kalo pas ga lembur

Jadi sia-sia aja menurut gue buat bayar mahal kalo ga bisa maksimalin fasilitas yang didapet. Nah gym LPPI ini udah mah gratis, gue nya mungkin cuma mampu nyempetin dateng seminggu sekali, jadi ga rugi duit. Oiya plus ada sauna haha. Tapi jangan salah, latihan yang gue lakukan di gym bisa gue implementasi di waktu-waktu lain.

Jadi rencananya gini. Treadmill gym setara sama lari yang gue agendakan seminggu dua kali di GBK. Man, I’m so grateful to work at an office right in front of GBK. Untuk latihan beban gue bisa lakuin pas bangun tidur atau mau tidur. Tinggal beli barbel sama mattress yoga. Berhubung yang pengen gue bentuk adalah otot lengan, perut, paha dan betis, maka rincian olahraga gue seperti ini:

1. Otot lengan: latihan beban pake barbel 5 kg rep 10 kali kanan kiri per hari.

2. Otot perut: plank 1 menit per hari. Sit up 20 kali per hari.

3. Otot paha: lari 5 km per sesi, seminggu 3 kali. Belum narget pace karena yang penting bisa rutin lari dulu aja deh.

4. Otot betis: jumping jack 20 kali per hari. Squat 20 kali per hari.

Sebenernya Sena bilang kalo gue pengen ngebentuk abs, jalan pintasnya adalah dengan sit up 100 kali per hari selama sebulan non stop. Tapi gue naikin jumlahnya pelan-pelan aja deh, ga kuat haha.

Yup semoga dengan planning yang jelas, beneran bisa serius dilakuin setiap hari. Kalo gini kan jadi ada alasan buat bangun tidur lebih pagi dan tetep bugar 😉